Ad Code

Responsive Advertisement

Menggali Potensi Ekonomi Perikanan Air Tawar Distrik Anim Ha

Tim 18 Ekspedisi Patriot IPB University (Sumber: Foto Istimewa)

Tim 18 Ekspedisi Patriot-IPB University menggelar Focus Group Discussion (FGD) membahas peluang ekonomi di sektor perikanan air tawar yang ada di Distrik Animha.

Distrik Animha merupakan Distrik Transmigrasi Lokal (Translok) banyak menyimpan kekayaan Perikanan air tawar yang sampai saat belum di kelolah secara optimal oleh Orang Asli Papua (OAP).

Koordinator Lapangan Ricky Astawan mengatakan dalam sambutannya. Distrik Animha terutama Kampung Wayau dan Baad merupakan supply terbesar ikan air tawar yang ada di Kabupaten Merauke. Ujarnya

“Jika masyarakat Kampung Wayau dan Kampung Baad bisa bersabar dan memanfaatkan hasil tangkapan menjadi Ikan asin maka harganya akan jauh lebih tinggi di bandingkan langsung di jual,” pungkas Ricky.

Kepala Seksi Penguatan Kelembagaan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM (Disperindagkop) Merauke Waluyo, S.Sos mengungkap ada beberapa akar masalah sulitnya dalam mengembangkan ekonomi masyarakat di sektor perikanan air tawar. Ujarnya

“Pada tingkat kampung belum tersedia kelembagaan ekonomi, seperti BUMKam maupun kelompok usaha bersama, yang dapat mendukung pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat masih bergantung pada tengkulak, mengingat hasil tangkapan umumnya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah dengan nilai ekonomi yang relatif rendah. Selain itu, keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi juga dinilai masih belum optimal,” tegas Waluyo.

Salah satu strategi utama dalam meningkatkan perekonomian lokal adalah melalui pengembangan hilirisasi dengan mengolah hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah. Ikan yang sebelumnya dijual dalam kondisi mentah dengan harga relatif rendah kini diarahkan untuk diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, seperti ikan asin berkualitas serta beragam produk olahan turunannya.

Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Disperindagkop menyatakan komitmennya dalam memfasilitasi pembentukan UMKM yang ditujukan khusus bagi OAP. Dukungan tersebut mencakup kemudahan dalam proses perizinan, pendampingan pengembangan kemasan produk, hingga penyediaan dukungan pendanaan bagi kelompok usaha yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Sementara itu, Tim Ekspedisi Patriot IPB University akan turut mendampingi proses penguatan kelembagaan hingga kelompok usaha mampu menjalankan kegiatan operasional secara mandiri.